Pesan
Hari ini terasa sedikit menyenangkan, beberapa hari lalu
sempat tidak fit karna angin sepoi sepoi menembus dada tak bertulang alias
mashok angin. Teng! Jam menunjukan pukul 09.00 WIB, ditiap kemalasan yang
kumiliki, hobi pun juga, aku selalu mengingat quote yang engkau berikan
beberapa hari lalu, menyenangkan memang, masih sedikit terbesit di hati mu
masih memikirkan ku, harus bisa ku apresiasi dengan bicara langsung, bahwa
Notifikasi pesan dari mu sungguh amat penting untuk ku, terkadang aku
tersenyum, bahkan dengan ekspresi yang berlebihan sampai mengucapkan “Wow
bangsat, kok bisa anjing” Maaf kasar.
Mengikuti kelas pukul 9 pagi hingga 1 siang, baru saja terbesit
pikiran ku hari ini, mengapa aku begitu merindukan mu, pikiran ku selalu terulang,
Bagaimana bisa ditiap aku pulang selalu menahan rindu, seperti rasanya Rindu
itu Rumah, Nyaman walau tak pernah kau singgahi lagi, tunggu saja pasti ku akan
keluar rumah untuk menemui mu, jangan kawatir, ya.
Selain itu semua, aku juga memikirkan diriku sendiri seperti
anak yang pemalu, padahal tidak sama sekali, sering sekali, didepan wanita atau
siapapun yang baru dikenal malas senyum, aku merasa Perkuliahan ku ini sudah
terbiasa dengan lelaki, ditemui perempuan malas senyum, terlalu terbiasa. Kau sudah
tau kan bagaimana Mahasiswa Tehnik? Tidak perlu ku jelaskan, nanti kau juga tau
alasan ku menetap didepan pintu hati mu, menunggu waktu kapan pintu akan dibuka
kembali.
Salatiga, 11 Juni 2019
Komentar
Posting Komentar